About the creation of the heavens and earth in six days has been informed in a few verses of Allah, such as:وهو الذي خلق السماوات والأرض في ستة أيامIt means: "And He it is Who created the heavens and the earth in six days." (Surah Huud: 7)



Jewish crime
Flotilla tragedy last week really thrilling people all over the world who still have the conscience of humanity. So that the condemnation of Israel atrocities continue to flow from around the world. The tragedy was demonstrated with the naked eye, how evil Israel regardless of religion, race, and human values. Anyway, anyone who opposes Israel's policy of blockading Gaza they would





CANNONS IN ISLAMIC JIHADJihad is the peak power and glory of Islam. It is a solemn and noble cause of Muslims. On the other hand, would bring shame to leave. As the hadith of Ibn Umar radhiallahu anhuma he said, the Prophet Shallallahu 'Alaihi Wasallam said:إذا تبايعتم بالعينة وأخذتم أذناب البقر ورضيتم بالزرع وتركتم الجهاد سلط الله عليكم ذلا لا ينزعه حتى ترجعوا إلى دينكم


Tiupan Sangkakala
Allah akan memerintahkan malaikat Israfil untuk meniup ‘Shur’ (terompet sangkakala) sebanyak tiga kali tiupan bila waktu kehancuran dunia dan alam semesta (kiamat) telah tiba.
Penjelasan tentang 3 tiupan itu adalah sebagai berikut:
1.Tiupan Pertama, Tiupan Guncangan
Hal pertama yang mengetuk pendengaran penduduk dunia setelah datangnya tanda-tanda Kiamat kubro adalah nafkhatul faza’ (tiupan kekagetan) yang mengalir dari tiupan sangkakala. Tidak seorang pun mendengarnya kecuali mengangkat lehernya untuk mendengar perkara besar ini. Inilah makna firman-Nya Taala, “Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.” (QS. Al-Muddatstsir: 8-10).
Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang dilangit dan di bumi, kecuali siapa-siapa dikehendaki Allah. Dan mereka semua akan datang menghadapnya dengan merendahkan diri.”
(An Naml: 87)
Tiupan yang pertama ini adalah panjang dan menyebabkan keguncangan dan kepanikan semua yang berada di langit dan di bumi, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu para Nabi dan para syahid. Tiupan ini akan menggetarkan dan membuat panik semua yang hidup, sedangkan para Rasul dan Syahid adalah hidup disisi Tuhan mereka, maka Tuhanpun melindungi mereka dari guncangan tiupan ini.

Tiupan ini akan mengguncangkan bumi seguncang-guncangnya, mendatarkan gunung dengan bumi selumat-lumatnya, meletuskan gunung-gunung dengan sangat sehingga menjadi debu yang bertebaran, membuat laut-laut saling beradu dan mengeluarkan api yang menyala, langit akan pecah secara luar biasa dan hilanglah hukum grafitasi yang biasa kita kenal, bintang-bintang berjatuhan, planet-planet saling bertubrukan, bersatulah matahari dengan bulan dan hilanglah cahaya benda tersebut, setelah itu keadaan alam semesta kembali seperti sebelum Allah menciptakannya yaitu hanya berupa kabut dan gas (asap).
Allah berfirman:
”Hai manusia, bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya guncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang amat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan ini; lalai lah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusukannya dan gugurlah semua kandungan seluruh wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal mereka semua tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah itu sangat kerasnya.”
(Al Hajj: 1-2)
2.Tiupan Kedua, Tiupan Kejutan (Pingsan) dan Kematian
Malaikat Israfil akan diperintahkan oleh Allah untuk meniupkan ‘Shur’ (terompet sangkakala) sebanyak tiga kali tiupan bila kiamat telah tiba. Setelah tiupan pertama, Allah memerintahakan ‘Shur’ pada kali yang kedua.
Pada tiupan kedua ini, maka terkejutlah (pingsan) dan matilah semua makhluk yang berada di langit dan di bumi (termasuk para nabi dan syahid) kecuali mereka-mereka yang dikehendaki oleh Allah, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan empat malaikat pembawa Arsy. Malaikat para pembawa ‘Arsy adalah berjumlah empat malaikat, maka apabila telah berdiri hari kiamat bergabunglah mereka kepada empat malaikat yang lain.

Allah berfirman:
“Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang ada di langit dan di bumi kecuali siapa-siapa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusannya masing-masing).”
(Az Zumar: 68)
Kemudian Allah memerintahkan malaikat maut untuk mencabut nyawa Jibril, Mikail, Israfil dan para malaikat pembawa Arsy yang empat, maka tidak ada yang tersisa kecuali Allah dan malaikat maut.
Kemudian Allah berkata kepada malaikat maut:
“Wahai malaikat maut, kamu adalah salah satu dari makhluk-makhluk Ku, maka sekarang matilah kamu”, dengan demikian matilah malaikat maut dan tidak ada yang tersisa kecuali Allah Yang Maha Perkasa, Yang Hidup, Yang tidak pernah mati, Yang Awal Yang tidak ada sebelumnya sesuatu apa pun, Yang Akhir Yang tidak ada sesudahnya sesuatu apapun.
Kemudian Allah berkata: “Akulah raja, Akulah Penguasa, Dimanakah raja-raja bumi? Dimakah para penguasa? Dimanakah orang-orang yang sombong? Dan untuk siapakah kekuasaan pada hari ini? Maka Dzat menjawab dengan berkata: “Bagi Allah yang Maha Esa lagi Perkasa.”
Keadaan alam semesta akan tetap seperti diatas selama 40 hari sebagaimana yang diterangkan oleh hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abi Hurairah:
“Antara dua tiupan adalah 40”, orang-orang bertanya: “40 harikah wahai Abu Hurairah?”, ia menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab”, mereka bertanya lagi: “40 tahunkah?”, Abu Hurairah menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab”, mereka bertanya lagi: “40 bulankah?”, Ia menjawab: “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab.”
Kemudian setelah itu Allah menurunkan hujan dari langit seperti gerimis atau bayangan (naungan), yangmana dengannya tumbuhlah semua jasad makhluk dan sesungguhnya semua manusia akan hancur kembali kecuali “ekor yang terakhir” (tulang yang ada dipunggung paling bawah), darinyalah tumbuh tubuh atau jasad dan tersusun kembali.
Setelah sempurna penciptaan tersebut kemudian Allah menghidupkan Israfil sebagai makhluk yang dihidupkan, kemudian memerintahkan untuk berseru dengan mengatakan: “wahai tulang-tulang yang hancur, sendi-sendi yang terputus, bagian-bagian yang terpisah dan rambut-rambut yang tercabik sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk bersatu kembali untuk keputusan keadilan..”
(Lihat bab: Hasyiyat Asshary terhadap Tafsir Jalalain, 3:328 pada ayat 53, surat Yasin, yaitu yang berarti: “Sesungguhnya ia hanyalah sekali tiupan saja, maka tiba-tiba mereka sudah dihadirkan di hadapan kami)
3.Tiupan Ketiga, Tiupan Kebangkitan
Pada ‘Shur’ (terompet sangkakala) terdapat lobang-lobang yang banyak sesuai dengan jumlah roh atau nyawa semua makhluk, maka Israfil pun meniupnya dan terbanglah semua roh ke jasadnya masing-masing. Arwah kaum Mukminin akan terbang dengan memancarkan nur (cahaya) sedangkan arwah kaum kafir akan menimbulkan kegelapan, kemudian Allah berkata: “Demi kebesaran dan keperkasaanku semua roh harus benar-benar kembali kepada jasadnya yang dulunya ia huni di dunia”.
Dengan demikian bersemayamlah setiap roh di jasadnya dan setiapnya akan bangun dari kuburnya masing-masing sedangkan kepalanya masih bergelimang tanah, dan berkatalah orang-orang kafir: “Inilah adalah hari yang sulit”, sedangkan orang-orang Mu’min berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami”.
Seorang ulama Yahudi datang kepada Nabi dan berkata: “Hai Muhammad atau hai Abul Qasim! Pada hari kiamat, Allah menggenggam langit dengan satu jari tangan, bumi dengan satu jari, gunung dan pepohonan dengan satu jari, air dan tanah dengan satu jari, begitu pula semua makhluk yang lain dengan satu jari. Kemudian Dia menggoyangkan mereka semua sambil berfirman: ‘Akulah Raja, Akulah Raja!’” Rasulullah tertawa kagum mendengar perkataan orang alim itu. Beliau membenarkan keterangan orang itu, kemudian membacakan ayat: “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Shahih Muslim No. 4992)
Sumber: http://tanda-kiamat.blogspot.com/2010/11/terompet-sangkakala-bag1.html



Shalat adalah suatu ibadah yang telah Allah ta’ala tetapkan dan telah Rasulullah ajarkan. Jadi tidak sepantasnya (tidak boleh) kita melakukan modifikasi di dalam ibadah ini, bahkan walaupun hanya bacaan yang pendek saja.
Walaupun telah ribuan, bahkan jutaan kali melakukan sholat, terkadang seorang muslim masih ada yang melakukan hal yang tidak sesuai contoh Nabi. Malah ada yang melakukan hal yang dilarang di dalam sholat. Berikut ini saya sengaja menuliskan beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh seorang muslim dalam sholatnya.
1. Membaca niat dengan suara keras. Walaupun masih banyak perdebatan tetapi alangkah baiknya bagi seorang muslim meninggalkan yang diperdebatkan.
2. mengangkat tangan ketika takbir tidak sampai bahu maupun telinga. Jadi seseorang mengangkat tangan hanya sampai perutnya saja. padahal buku tuntunan shalat paling jadul pun menerangkan sampai telinga, nah bahu saja tidak sampai apalagi telinga.
3. meletakkan tangan di bawah pusar. Kebanyakan orang di indonesia bilang kalau mereka bermadzhab Syafii. padahal imam Syafi’i tidak meriwayatkan yang seperti ini. Jadi sebaiknya letakkan di dada atau perut bagian atas.
4. rukuk yang tidak lurus. Rasulullah mencontohkan bahwa rukuk atau ruku’ harus lurus. Tapi masih banyak kaum muslim yang rukuk dengan punggung yang cembung (bungkuk). rukuk yang baik itu dengan meluruskan punggung.
5. sujud yang bungkuk. Seringkali terlihat di kalangan kaum muslim ketika shalat adalah sujud yang tidak meluruskan punggung. Seharusnya punggung diluruskan karena itu adalah shalat yang dicontohkan oleh Rasulullah.
6. Sujud dengan lengan menempel di lantai. ini adalah gerakan sholat yang dilarang oleh Nabi Muhammad karena gerakan ini menyerupai anjing yang sedang tengkurap. namun entah kenapa masih banyak kaum muslim yang melakukan hal yang dilarang ini???
7. tidak tuma’ninah di setiap gerakan. tuma’ninah ataupun diam sejenak merupakan suatu keharusan di dalam shalat. gerakan yang tenang dan berhenti sejenak agar memungkinkan kita bisa shalat dengan khusyuk. dan masalah diam sejenak ini sering dilupakan oleh kaum muslim, bahkan oleh muslim yang sudah mengetahuinya.
kesalahan-kesalahan yang saya tuliskan ini berdasarkan apa yang saya lihat ketika shalat di masjid, musholla, dan tempat-tempat lain.
tulisan ini hanya sekedar bahan koreksi dan renungan agar bisa menjadi manfaat bagi saya dan yang membacanya. mohon maaf bila ada kesalahan karena minimnya ilmu yang saya miliki dan tanpa penyertaan dalil.