If viewed from the side of the language, the Antichrist is a very precise meaning for him, because Dajjal means a lot of lying and deceiving. Anyone who lie and deceive many, there are followers or not, he is the Antichrist. So it
Tampilkan postingan dengan label Tentang DAJJAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang DAJJAL. Tampilkan semua postingan
If viewed from the side of the language, the Antichrist is a very precise meaning for him, because Dajjal means a lot of lying and deceiving. Anyone who lie and deceive many, there are followers or not, he is the Antichrist. So it
09.25 -
Posted by BLog_nya ANAK Gaul -
0
komentar
Demikianlah Dajjal tidak hanya di INGGRIS dan Negara-Negara penting
pada awal-awal abad ke-20, dihancurkan dan dipecahkan sendi-sendi
ideology dan kepemerintahanya. Dulu sasaranya agama Nasrani, karena
agama itu memiliki kekuatan yang besar di dunia ketika memusuhi Yahudi.
Kini Dajjal balik membuat pola pikir baru, karena ancaman kebenaran
tidak lagi pada nasrani, melainkan ada di Islam, ini kekuatan yang besar
yang amat sulit di lawan.
Fitnah Dajjal: Tragedi Timur Tengah
Dajjal berfikir, kelak yang mengalakan dirinya berasal dari agama
ini. Isa al Masih, disangkanya berada dari nasrani, ternyata Isa al
Masih turun tidak kembali ke nasrani, melainkan kepada agama Allah yang
terakhir dan di-ridohi-Nya, yaitu agama islam pimpinan Nabi Muhammad
Saw. Maka pola pikir itu kini berbalas dendam kepada islam, bagaimana
upayanya islam ini hancur sebelum memiliki power menghancurkan dirinya.
Taktik yang paling jitu adalah upaya Dajjal bagaimana mempersatukan
antara Yahudi da Nasrani. Lalu Dajjal mendekati Amerika Serikat, baginya
sangat mudah, karena Dajjal memiliki pangkalan syetan yang kuat, bebas,
all free, yang secara tidak langsung mendukung kekuatan misi Dajjal.
Amerika-lah biji kekuatan Dajjal untuk menyesatkan manusia, melalui
Amerika jua Dajjal mempersatukan Nasrani dengan Yahudi yang sejak
kenabian bermusuhan. Dan tujuan pokok kolaborasi politik idiologis ini
untuk mengahancurkan islam secara tidak langsung. Lihatlah bagaimana
posisi Amerika yang tidak tegas sebagai negara super power hanya
mengahadapi politik kecil konflik antara Yahudi dan Palestina, Amerika
selalu membela Yahudi di setiap keputusan kontitutifnya. Bagaimana
Amerika ketika menghadapai tragedi 11 September, yakni hancurnya gedung
WTC dan Pertahanan Keamanan di Pentangon, tanpa bukti mereka menuduh
kelompok islam pimpinan Osama bin Laden
Kenapa Amerika menuduh Osama yang melakukan penghancuran gedung itu!
Amerika, satu-satunya manusia di dunia ini yang mampu menghancurkan
dengan skala yang sebesar dan sedahsyat itu hanya satu orang yakni
kelompok Al Qoedah pimpinan Osama bin Laden. Alasanya, sewaktu Amerika
Serikat masih bermusuhan dengan Uni Sovyet, para pemberontak subversif
yang didanai Amerika untuk menghancurkan Uni Sovyet yang notebene
komunis adalah islam pimpinan Osama bin Laden. Amerika mengadu domba
antara ajaran komunis dengan islam, pertentangan ini sama dengan api dan
bensin, bagi Amerika tingal menyulut sedikit, keduanya sudah salung
membakar dan bertarung.
Ketika WTC hancur, tuduhan Amerika sekalipun tampa bukti, malainkan
mengunakan bukti empirikal sejarah politik sebelumnya, maka tidak ada
kelompok yang dituduh kecuali Osama bin Laden. Hanya Osama-lah yang
mempu mengerjakan aksi teroris ini.
Fenomena ini digunakan dasar Amerika untuk memberantas teroris,
padahal semua orang tahu, makna subtansial yang dimaksud adalah islam!
Itu keberhasilan Dajjal-Dajjal modern yang berlindung di balik
kekuatan Amerika Serikat. Memang opini internasional, mereka selalu
mengembor-gemborkan, ”Teroris dengan islam berbeda!”, tragisnya para
ulama ada yang mengikuti selogan Amerika itu, mengiyakan Amerika karena
takut melihat kekuatan Amerika Serikaat, padahal tijuanya agar Amerika
berhasil mangkampanyekan anti terorisme. Dan sekarang lihat di
lapangan…., siapa orang yang dituduh dan dibunuh secara misterius!
Mereka mayoritas orang islam.
Memang di sisi tertentu kita tidak berdaya…, karena semua ini sudah
disusun rapi oleh kekuaatn basar yang berlindung di segitiga bermuda.
Kita tidak bisa menyalahkan saudara-saudara islam yang dituduh meneror,
karena mereka benar-benar meneror, dan melangar hukum nasiolan dan
internasional, apalagi undang-undang teroris, mereka benar-banar
melangar semua ini karena ada jalan-jalan politik yang sudah
dipersiapkan sebelumnya dalam kesumat palitik yang membakar dadah.
Itulah sampai kini kenapa ada permusuahan politik di Palestina tidak
pernah berhenti, ini adalah unsur kesumat sejak zaman nabi Sulaiman as.
Dan sekarang dibungkus dengan politik internasional ini semakin menambah
permusuahan tidak pernah berhenti. Darah pembantaian Timur Tengah tidak
pernah berhenti…
Kenapa Timur Tengah? Kenapa wilaya timur tengah merupakan basis
politik masa depan. Misalanya Amerika menyerang Irak di perang teluk-II,
karena 25 tahun mendatang yang menentukan laju perekonomian dikuatkan
olah Irak (minyak), ini prediksi semantara. Sehinga Amerika berusaha
menguasai kilang-kilang minyak di Irak, agar 25 tahun mendatang Amerika
tidak menjadi orang ke3 dalam bisnis memperoleh minyak, menjadikan
dialah yang memiliki minyak itu, yang kesemuanya untuk mempertahankan
ekistensi Amerika Serikat karena Amerika sebenarnya mulai keropos dari
segi ekonomi, kalau tidak irak yang menyelamatkan, maka Amerika akan
hancur.
Dan Amerika tidak mungkin menaplok Irak tampa alasan apapun. Diapun
menggunakan alasan senjata pemusnah massal, suatu negara tidak boleh
menyimpan zat kimia itu, barang siapa yang melangar, dia akan
dihancurkan oleh dunia internasional dalam hal ini Amerika yang
dimakasud.
Kemudian Amerika menyerang Irak sekalipun ditentang dunia
internasional, dia hanya didukung oleh pemerintah Inggris, itupun di
intern pemerintah Inggris ada perpecahan ketika Tony Blair mendukung
serangan Amerika. Hampir seluruh dunia mengutuk Amerika, di media
internasional seluruhnya menayangkan seluruh negeri (rakyat) demo
terhadap sikap politik Amrika Serikat.
Tidaklah semua ini kecuali kebijaksanaan keserakahan politik yang
dilakukan Amerika adalah kebijaksanaan Dajjal. Dajal memutus beberapa
yang ahli untuk mengintervensi kebijaksanaan mengindahkan kebenaran dan
lebih membela kebatilan dalam bentuk kejahatan politik.
Dajjal seperti ini tidak hanya di Amerika,melainkan ada juga di negeri tercinta kita.
sumber : http://abycinta.wordpress.com/2010/07/04/fitnah-dajjal-tragedi-timur-tengah/
11.10 -
Posted by BLog_nya ANAK Gaul -
0
komentar
GAMBARAN DAJJAL MENURUT AL-HADITS
Segala macam keistimewaan yang kami lihat pada peradaban Barat sekarang
ini, semuanya sesuai dengan ciri-ciri Dajjal yang dilihat oleh Nabi
Muhammad SAW dalam ru’yah. Memang benar bahwa bangsa-bangsa ini
mempunyai sedikit perbezaan satu sama lain, tetapi ada satu hal yang
semuanya sama. Dan ciri yang sama inilah yang digambarkan oleh Nabi
Muhammad SAW dalam memberi gambaran tentang Dajjal.
Kami hanya akan mengutip Hadits-hadits yang menguraikan ciri-ciri Dajjal. Marilah kita mulai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :
1. “Dan aku melihat orang yang berambut ikal pendek, yang mata-kanannya buta Aku bertanya: Siapakah ini? Lalu dijawab, bahwa ia adalah Masihid - Dajjal” (Bukhari 77:68,92)
2. “Awas! dia pecak (buta sebelah)… dan diantara dua matanya, tertulis ‘Kafir’…” (Bukhari 93:27).
Dari gambaran tersebut dapatlah kami catat:
1. Bahawa mengenai bentuknya, Dajjal digambarkan berbadan kekar.
2. Bahawa roman-mukanya putih dan mengkilat.
3. Bahawa rambut kepalanya pendek dan ikal.
Tiga gambaran ini sesuai sekali derigan bentuk orang-orang Eropah pada umumnya. Mereka itu pada umumnya berbadan kekar; bertubuh baik dan kuat; rambutnya pendek dan ikal, sampai-sampai wanitanya pun memotong pendek rambutnya; kulit mereka putih dan mengkilat. Jadi, gambaran tentang ciri-ciri Dajjal tersebut, cocok sekali dengan perwujudan orang-orang Eropah.
Adapun dua ciri lainnya, yakni, bahwa mata kanan Dajjal buta, dan pada dahinya tertulis kaf, fa’dan ra’ atau kaflr, ini menggambarkan keadaan rohani Dajjal yang sebenarnya. Sebagaimana telah kami terangkan, Dajjal menggambarkan suatu bangsa. Sebagai bangsa, tak mungkin semuanya buta mata jasmaninya.
Selain itu, Dajjal yang digambarkan buta mata kanannya, mata-kiri Dajjal digambarkan bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Dengan perkataan lain, mata-kanan Dajjal digambarkan hilang cahayanya, tetapi mata-kirinya bersinar terang. Penjelasan yang diberikan oleh Imam Raghib tentang mata Dajjal yang buta sebelah kanannya, sungguh ilmiyah sekali. Pada waktu menjelaskan erti kata al-Masih, beliau menerangkan bahawa kata masaha bererti menghapus sesuatu, lalu beliau menambahkan keterangan sbb:
“Diriwayatkan bahawa mata-kanan Dajjal hilang penglihatannya, sedangkan nabi ‘Isa mata-kiri beliaulah yang hilang penglihatannya; dan ini bererti bahawa Dajjal tak mempuyai sifat-sifat akhlak tinggi, seperti misalnya kearifan, kebijaksanaan dan rendah hati; sedangkan nabi ‘Isa tak mempunyai kejahilan, keserakahan, kerakusan dan sebagainya yang termasuk jenis akhlak yang rendah”.
Jadi, gambaran Dajjal buta mata-kanannya janganlah ditafsirkan secara harfiyah, melainkan secara kalam ibarat, yakni harus diertikan bahawa Dajjal tak mempunyai akhlak yang baik.
Bahwa dua mata manusia itu, yang satu digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian dan agama, dan yang satu lagi digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan. Oleh kerana hal-hal yang berhubungan dengan agama dan kerohanian itu lebih tinggi kedudukannya daripada hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan, maka buta mata kanan Dajjal bererti bahwa Dajjal sedikit sekali perhatiannya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan agama atau kerohanian, dan ini sesuai sekali dengan apa yang dialami oleh bangsa-bangsa Eropah sekarang ini.
Seluruh parhatian mereka ditujukan kepada hal-hal yang berhubungan dangan kebendaan dan keduniaan dan kemajuan mereka dalam bidang ini tak ada bandingannya. Inilah yang dimaksud dengan apa yang diuraikan dalam Hadits, bahwa mata-kiri Dajjal bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Ertinya, Dajjal mampu melihat segala macam barang-barang duniawi, yang bangsa-bangsa lain tak mempunyai pengertian tentang itu. Tetapi mata rohani Dajjal tak mempunyai penglihatan yang tajam, kerana semua kekuatan Dajjal dihabiskan guna kepentingan urusan duniawi. Sukses Dajjal yang tak ada taranya dalam urusan duniawi mengakibatkan buta sebelah. Penjelasan ini sungguh mengagumkan dan sesuai sekali dengan apa yang dikatakan oleh Al-Qur’an tentang bangsa-bangsa Kristian:
“Orang-orang yang usahanya menderita rugi dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahawa mereka amat pandai dalam membuat barang-barang” (18:104)
Hadits Nabi melukiskan hal ini dengan kalam ibarat, bahwa mata kiri Dajjal, yaitu, mata-duniawi bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Adapun keadaan rohani bangsa-bangsa Dajjal Allah berfirman sbb:
“Mereka adalah orang-orang yang mengkafiri ayat Tuhan, dan (mengakhiri) perjumpaan dengan Dia” (18 : 105).
Hadits Nabi menjelaskan hal ini dengan caranya sendiri, yaitu, bahwa mata-kanan Dajjal tak mempunyai kekuatan untuk melihat ayat Tuhan.
Tanda Dajjal yang lain, yakni tulisan kafara atau kafir pada dahinya ini berkenaan pula dengan keadaan rohaninya. Jika orang berkata, bahwa pada dahi seseorang terdapat tulisan anu, ini sama ertinya dengan mengatakan, bahwa anu itu adalah fakta senyata-nyatanya bagi dia. Maka dari itu, uraian Hadits bahwa pada dahi Dajjal terdapat tulisan kafir, ini hanyalah bererti bahawa kekafiran itu merupakan kenyataan yang senyata-nyatanya bagi dia.
Kata-kata Hadits itu sendiri sudah menerangkan; bahawa demikian itulah nyatanya. Pertama-tama, Hadits menerangkan bahawa tiap-tiap mukmin dapat membaca tulisan itu; jadi bukan tiap-tiap orang dapat membaca tulisan itu. Lalu ditambahkan kata penjelasan tentang orang mukmin itu, yakni, “baik ia buta huruf atau mengerti tulis menulis.” Ertinya, tiap-tiap orang mukmin dapat memahami tulisan itu, baik ia mengerti tulis-menulis atau tidak.
Sudah terang, bahawa tulisan yang dapat dibaca oleh tiap-tiap orang mukmin, baik ia mengerti tulis-menulis atau buta huruf, tak mungkin berwujud kata-kata atau huruf. Jika tulisan itu berwujud kata-kata atau huruf, niscaya tak dipersoalkan lagi apakah pembacanya mukmin atau kafir, demikian pula tak perlu dinyatakan bahawa orang mukmin dapat membaca tulisan itu sekalipun ia buta-huruf.
Kepandaian membaca tulisan, tak ada sangkut pautnya dengan urusan iman. Setiap orang yang tak buta huruf pasti dapat membaca tulisan, sedangkan orang buta huruf, sekalipun ia orang mukmin sejati, ia tetap tak dapat membaca tulisan. Oleh kerana itu, tulisan yang dimaksud bukanlah tulisan biasa, melainkan menifestasinya perbuatan seseorang. Pernyataan bahwa tulisan itu hanya dapat dibaca oleh orang mukmin saja, ini bererti, bahwa orang kafir tak pernah sedar akan kekafirannya, sehingga membutakan mata orang mukmin untuk membaca buruknya kekafiran mereka.
Kami hanya akan mengutip Hadits-hadits yang menguraikan ciri-ciri Dajjal. Marilah kita mulai dengan Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :
1. “Dan aku melihat orang yang berambut ikal pendek, yang mata-kanannya buta Aku bertanya: Siapakah ini? Lalu dijawab, bahwa ia adalah Masihid - Dajjal” (Bukhari 77:68,92)
2. “Awas! dia pecak (buta sebelah)… dan diantara dua matanya, tertulis ‘Kafir’…” (Bukhari 93:27).
Dari gambaran tersebut dapatlah kami catat:
1. Bahawa mengenai bentuknya, Dajjal digambarkan berbadan kekar.
2. Bahawa roman-mukanya putih dan mengkilat.
3. Bahawa rambut kepalanya pendek dan ikal.
Tiga gambaran ini sesuai sekali derigan bentuk orang-orang Eropah pada umumnya. Mereka itu pada umumnya berbadan kekar; bertubuh baik dan kuat; rambutnya pendek dan ikal, sampai-sampai wanitanya pun memotong pendek rambutnya; kulit mereka putih dan mengkilat. Jadi, gambaran tentang ciri-ciri Dajjal tersebut, cocok sekali dengan perwujudan orang-orang Eropah.
Adapun dua ciri lainnya, yakni, bahwa mata kanan Dajjal buta, dan pada dahinya tertulis kaf, fa’dan ra’ atau kaflr, ini menggambarkan keadaan rohani Dajjal yang sebenarnya. Sebagaimana telah kami terangkan, Dajjal menggambarkan suatu bangsa. Sebagai bangsa, tak mungkin semuanya buta mata jasmaninya.
Selain itu, Dajjal yang digambarkan buta mata kanannya, mata-kiri Dajjal digambarkan bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Dengan perkataan lain, mata-kanan Dajjal digambarkan hilang cahayanya, tetapi mata-kirinya bersinar terang. Penjelasan yang diberikan oleh Imam Raghib tentang mata Dajjal yang buta sebelah kanannya, sungguh ilmiyah sekali. Pada waktu menjelaskan erti kata al-Masih, beliau menerangkan bahawa kata masaha bererti menghapus sesuatu, lalu beliau menambahkan keterangan sbb:
“Diriwayatkan bahawa mata-kanan Dajjal hilang penglihatannya, sedangkan nabi ‘Isa mata-kiri beliaulah yang hilang penglihatannya; dan ini bererti bahawa Dajjal tak mempuyai sifat-sifat akhlak tinggi, seperti misalnya kearifan, kebijaksanaan dan rendah hati; sedangkan nabi ‘Isa tak mempunyai kejahilan, keserakahan, kerakusan dan sebagainya yang termasuk jenis akhlak yang rendah”.
Jadi, gambaran Dajjal buta mata-kanannya janganlah ditafsirkan secara harfiyah, melainkan secara kalam ibarat, yakni harus diertikan bahawa Dajjal tak mempunyai akhlak yang baik.
Bahwa dua mata manusia itu, yang satu digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kerohanian dan agama, dan yang satu lagi digunakan untuk melihat hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan. Oleh kerana hal-hal yang berhubungan dengan agama dan kerohanian itu lebih tinggi kedudukannya daripada hal-hal yang berhubungan dengan kebendaan dan keduniaan, maka buta mata kanan Dajjal bererti bahwa Dajjal sedikit sekali perhatiannya terhadap hal-hal yang berhubungan dengan agama atau kerohanian, dan ini sesuai sekali dengan apa yang dialami oleh bangsa-bangsa Eropah sekarang ini.
Seluruh parhatian mereka ditujukan kepada hal-hal yang berhubungan dangan kebendaan dan keduniaan dan kemajuan mereka dalam bidang ini tak ada bandingannya. Inilah yang dimaksud dengan apa yang diuraikan dalam Hadits, bahwa mata-kiri Dajjal bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Ertinya, Dajjal mampu melihat segala macam barang-barang duniawi, yang bangsa-bangsa lain tak mempunyai pengertian tentang itu. Tetapi mata rohani Dajjal tak mempunyai penglihatan yang tajam, kerana semua kekuatan Dajjal dihabiskan guna kepentingan urusan duniawi. Sukses Dajjal yang tak ada taranya dalam urusan duniawi mengakibatkan buta sebelah. Penjelasan ini sungguh mengagumkan dan sesuai sekali dengan apa yang dikatakan oleh Al-Qur’an tentang bangsa-bangsa Kristian:
“Orang-orang yang usahanya menderita rugi dalam kehidupan dunia, dan mereka mengira bahawa mereka amat pandai dalam membuat barang-barang” (18:104)
Hadits Nabi melukiskan hal ini dengan kalam ibarat, bahwa mata kiri Dajjal, yaitu, mata-duniawi bersinar gemerlapan bagaikan bintang. Adapun keadaan rohani bangsa-bangsa Dajjal Allah berfirman sbb:
“Mereka adalah orang-orang yang mengkafiri ayat Tuhan, dan (mengakhiri) perjumpaan dengan Dia” (18 : 105).
Hadits Nabi menjelaskan hal ini dengan caranya sendiri, yaitu, bahwa mata-kanan Dajjal tak mempunyai kekuatan untuk melihat ayat Tuhan.
Tanda Dajjal yang lain, yakni tulisan kafara atau kafir pada dahinya ini berkenaan pula dengan keadaan rohaninya. Jika orang berkata, bahwa pada dahi seseorang terdapat tulisan anu, ini sama ertinya dengan mengatakan, bahwa anu itu adalah fakta senyata-nyatanya bagi dia. Maka dari itu, uraian Hadits bahwa pada dahi Dajjal terdapat tulisan kafir, ini hanyalah bererti bahawa kekafiran itu merupakan kenyataan yang senyata-nyatanya bagi dia.
Kata-kata Hadits itu sendiri sudah menerangkan; bahawa demikian itulah nyatanya. Pertama-tama, Hadits menerangkan bahawa tiap-tiap mukmin dapat membaca tulisan itu; jadi bukan tiap-tiap orang dapat membaca tulisan itu. Lalu ditambahkan kata penjelasan tentang orang mukmin itu, yakni, “baik ia buta huruf atau mengerti tulis menulis.” Ertinya, tiap-tiap orang mukmin dapat memahami tulisan itu, baik ia mengerti tulis-menulis atau tidak.
Sudah terang, bahawa tulisan yang dapat dibaca oleh tiap-tiap orang mukmin, baik ia mengerti tulis-menulis atau buta huruf, tak mungkin berwujud kata-kata atau huruf. Jika tulisan itu berwujud kata-kata atau huruf, niscaya tak dipersoalkan lagi apakah pembacanya mukmin atau kafir, demikian pula tak perlu dinyatakan bahawa orang mukmin dapat membaca tulisan itu sekalipun ia buta-huruf.
Kepandaian membaca tulisan, tak ada sangkut pautnya dengan urusan iman. Setiap orang yang tak buta huruf pasti dapat membaca tulisan, sedangkan orang buta huruf, sekalipun ia orang mukmin sejati, ia tetap tak dapat membaca tulisan. Oleh kerana itu, tulisan yang dimaksud bukanlah tulisan biasa, melainkan menifestasinya perbuatan seseorang. Pernyataan bahwa tulisan itu hanya dapat dibaca oleh orang mukmin saja, ini bererti, bahwa orang kafir tak pernah sedar akan kekafirannya, sehingga membutakan mata orang mukmin untuk membaca buruknya kekafiran mereka.
- ALLAHU AKBAR (1)
- buruknya kita ini (1)
- Hari-hari BESAR ISLAM (4)
- HUKUMAN-hukuman agama ISLAM (1)
- jihad SESUNGGUHNYA (2)
- Kebangkitan ISLAM (3)
- kebesaran ALLAH (1)
- KIAMAT (3)
- KUMPULAN HADIS TERLENGKAP (1)
- LEBARAN QURBAN (IDUL ADHA) (1)
- segala tentang KA'BAH (1)
- segala tentang RASULULLAH (2)
- SEJARAH ISLAM (1)
- SHALAT (1)
- Tafsir Al-Quran (1)
- Tentang DAJJAL (3)
Search
Etiquetas
Archivo del blog
About Us
Theme by Function
© 2008 SIMPLE site (ISLAM) Bloggerized by Falcon Hive.com
